Senin, 19 November 2012

[Media_Nusantara] LEMBAGA ASING DIBALIK VERIFIKASI PARTAI.

 

LEMBAGA ASING DIBALIK VERIFIKASI PARTAI. (Bagian dari Persiapan Rekayasa Pemilu Curang?) Oleh : M.Hatta Taliwang

D
lm buku yg kami tulis dg judul PERUBAHAN LEWAT PEMILU ATAU REVOLUSI, trdapat indikator bahwa Pemilu/Pilpres 2009 ada faktor pengaruh asing :

1. Bantuan asing (Bank Dunia) yg direalisasi pd saat jelang Pemilu / Pilpres seperti dana raskin,BLT,PNPM dll

2.TIM SBY yg belajar dari AS

3.Konspirasi dan Bandit Politik dlm Pemenangan Pilpres 2009 (Selengkapnya bisa dibaca dlm buku tsb).

Sekarang ternyata faktor asing diduga lbh awal mengintervensi tahapan PEMILU yaitu sejak saat Verifikasi Partai. Seorang teman tokoh partai menulis lk sbb:

"Sidang DKPP, pada siang hari Selasa 13 Nov 12, telah mengungkapkan banyak hal yang selama ini dianggap hanya rumor. Ternyata dikonfirmasi oleh para pihak yang terlibat dalam proses verifikasi parpol. Semua informasi itu hanya memperkuat persepsi publik selama ini bhw KPU hanya menjalankan sebuah skenario untuk mematikan proses demokrasi, mempersiapkan suatu kondisi agar negara di'ambil' oleh suatu kelompok yang ingin megkapitalisasi kekuasaan tanpa perlu mendapat dukungan rakyat dalam suatu Pemilu yang adil, langsung, umum, bebas dan rahasia.

Pihak KPU telah mengatakan bahwa mereka tidak dibantu oleh pihak kesekjenan dalam melakukan verifikasi. Kesekjenan melakukan pemboikotan. Kalau telah terjadi seperti itu, lantas dengan dasar apa KPU bisa memutuskan nasib partai2 lengkap atau tidak administrasinya ? Sementara yang menerima data partai sejak awal, yang memberikan raport kekuranglengkapan dokumen adalah kesekjenan dan kemudian bersama petugas dari parpol mereka periksa satu persatu dokumen tersebut dan kemudian bila lengkap mereka berikan tanda terima.

Sbagai contoh salah satu partai, selama lima hari petugas KPU memeriksa 24 boks kontainer data yang diajukan untuk melengkapi kekurangan tersebut dan setelah selesai diberikan tanda terima yang menyatakan kekurangan tersebut telah dipenuhi.

Kalau pihak verifikator tersebut tidak disertakan dalam proses penilaian oleh KPU maka siapa yang melakukannya ? Kenapa tidak dilibatkan, lantas kenapa parpol yang memiliki data tidak disertakan ketika dilakukan pemeriksaan di hotel itu ? Dari mana KPU tahu bahwa yang diperiksa itulah yang diserahkan ? Kenapa verifikator itu tdk dilibatkan, tentunya adalah pertanyaan kita semua.

Karena hasil verifikasi yang dilakukan oleh verifikator tidak dipercaya oleh Komisioner KPU pada saat-saat terakhir. Ini sebagai alasan yang digunakan KPU untuk menyerahkan data hasil verifikasi tersebut diformat ulang oleh sebuah LEMBAGA ASING yang memiliki akses khusus melakukan 'tafsir' lengkap dan tidak lengkap atas dokumen parpol sesuai dengan selera penjajahan dan penghinaannya. Maka diundurlah pengumuman itu menjadi tanggal 28 oktober, yang mestinya sudah selesai disiapkan verifikator pada tanggal 23 oktober, untuk memberi kesempatan kerja 'tafsir' penghinaan itu disempurnakan. Pengambilaihan yang menghinakan, itulah yang membuat terjadinya 'semangat' pemboikotan oleh para verifikator produk dalam negeri alias kesekjenan KPU.

Terus KPU bilang bhw keputusan yang dilatarbelakangi oleh pelecehan thd harkat dan martabat bangsa itu hanya masalah administrasi. Ya memang masalah administrasi, administrasi menyerahkan nasib bangsa ini ke pihak asing yang tidak ada satu katapun disebut dalam undang-undang.

Bahwa cara cara ingin berkuasa yang tidak elegan, mengabaikan realitas sosial, itu hanyalah menunda kekalahan dan kehancuran diri sendiri. Beberapa orang mengatakan bhw itu terjadi karena ada rencana besar , ada rencana nanti parpol-parpol ini dan itu dimatikan, ada rencana KPU hanya dijadikan alat utk memboikot Pemilu nasional agar terjadi kekacauan, supaya orang ini dan itu akan bertahan dalam atau mengambil alih kekuasaan.

Mereka berekayasa, Allah juga berekayasa, dan Dia-lah sebaik-baiknya Perekayasa untuk membela orang-orang tertindas dari kekuasaan yang zhalim ".(Selesai)

baca juga:
Kisah SBY dan Indro Tjahjono: Kecurangan Dalam Dua Pemilihan Umum Presiden ==> http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/07/medianusantara-kisah-sby-dan-indro.html

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar