Jumat, 30 Januari 2015

[Media_Nusantara] Profil Penerima Penghargaan Tunas Lestari KEHATI : KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur), Semarang, Jawa Tengah

 

Kawan-kawan jurnalis sekalian,

 

Pada Rabu, 28 Januari 2015 lalu Yayasan KEHATI telah memberikan penghargaan kepada 6 pahlawan di masing-masing kategori, seperti Prakarsa Lestari KEHATI, Pendorong Lestari KEHATI, Peduli Lestari KEHATI, Cipta Lestari KEHATI, Citra Lestari KEHATI dan Tunas Lestari KEHATI.

 

Untuk Tunas Lestari KEHATI merupakan penghargaan yang diberikan kepada individu atau kelompok/komunitas anak muda yang telah berkontribusi menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia di masa yang akan datang.

 

Dan untuk penerima Tunas Lestari KEHATI pada KEHATI Award VIII ini adalah Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur (KESEMAT), Semarang, Jawa Tengah.

 

Berikut profil KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur), Semarang, Jawa Tengah

 

Salam hangat,

 

Luluk Uliyah

HP. 0815 1986 8887

------------------------------

 

Mangrove untuk Gaya Hidup

 

"Kami ingin menjadikan mangrove sebagai gaya hidup," kata Presiden KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur), Dinuarca Endra Wasistha dengan penuh keyakinan. Sesuai dengan namanya, organisasi yang dia pimpin memang lekat dengan penelitian, konservasi, industri kreatif dan kampanye mangrove. Sebagai sebuah Unit Kegiatan Kemahasiswaan di Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang kegiatan yang dilakukan KeSEMat lebih dari yang dibayangkan. Mereka berhasil mendirikan CV KeMANGI yang menjual produk-produk industri kreatif berbahan mangrove, mendirikan Yayasan Ikatan Alumni KeSEMaT (IKAMaT), dan menggalang relawan melalui KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

 

KeSEMaT berawal dari kegelisahan 9 orang mahasiswa Ilmu Kelautan yang khawatir dengan rusaknya ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara. Kebetulan wilayah tersebut masih berada di dalam kawasan Universitas Diponegoro sehingga intervensi pada ekosistem mangrove tersebut untuk dilakukan konservasi bisa segera dilakukan. Pada tahun 2001 itulah mereka membentuk KeSEMaT. Mereka kemudian mencoba menggabungkan apa yang mereka dapat dari mata kuliah terkait konservasi mangrove dengan program-program organisasi yang meliputi pengajaran, penyuluhan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Selama kurun waktu 2003 sampai dengan 2012 ini, maka KeSEMaT telah menanam kurang lebih 100.000 bibit mangrove di berbagai pesisir di Jawa.

 

Selain melakukan konservasi dengan penanaman dan pembibitan, KeSEMaT juga sangat aktif melakukan edukasi dan kampanye. Setiap tahun mereka mengadakan seminar yang mengundang pakar dan narasumber di bidang pengembangan mangrove. Ide-ide kreatif kampanye mangrove yang menyasar anak-anak muda juga terus dilakukan setiap tahun. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan terus dikembangkan melalui bentuk-bentuk kegiatan yang bervariatif  seperti Kesematjurnal, kesematonline, Kesematours, kesemat movie, kesematmag, kesematkuistik. "Semoga melalui kegiatan-kegiatan kami, banyak yang peduli dengan mangrove dan tidak gengsi untuk menggunakan produk-produk dari mangrove," kata Dinu.

 

Kemudian, dari sisi edukasi, Mangrove Education Center of Kesemat (MECoK) selalu ramai dikunjungi siswa atau masyarakat umum yang ingin mengetahui seluk beluk mangrove. Keberadaan MECoK ini telah mendorong keberhasilan menghijaukan kembali kurang lebih 1 ha lahan mangrove gundul di pesisir pantai Teluk Awur dengan tingkat kelulushidupan mencapai 90%. Bahkan, Pemerintah kabupaten Jepara telah menetapkan kawasan tersebut menjadi hutan kota.

 

Agar memberikan dampak yang lebih luas di seluruh Indonesia, KeSEMaT membangun jaringan relawan melalui KeMANGTEER di beberapa wilayah. Saat ini sudah terbentuk 8 KeMANGTEER dengan kegiatan utamanya melakukan konservasi dan kampanye Mangrove, di Semarang, Jakarta, Malang, Jogjakarta, Serang, Tangerang, Medan dan Langsa. Kemudian, melalui CV KeMANGI mereka mengembangkan industri kreatif berbasis Mangrove dengan beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir berupa Batik Bakau dan Pengolahan Makanan berbahan baku Mangrove.

 

Rencana keberlanjutan KeSEMaT adalah menjaga kontuinitas program pemeliharan MECoK serta mengembangkan industri kreatif. Selain itu, mereka akan mengembangkan konsep Sertifikat Keahlian untuk Tenaga Ahli dan Pelaksana Proyek Mangrove  dalam  bentuk kampanye Sertifikasi Mangrove Safe KeSEMat. Sertifikasi Mangrove ini dapat dipergunakan sebagai jaminan bagi perusahaan pertambakan terutama udang. Rencana jangka pendek yang akan dilakukan adalah membuat Website khusus Kesemat. [ ]

 

 

__._,_.___

Posted by: "Luluk Uliyah" <lulukuliyah@gmail.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Kamis, 29 Januari 2015

[Media_Nusantara] (OOT) INFO KEGIATAN ON AIR & OFF AIR RADIO GROUP TEMAN SEJATI SAAT INI

 

Dear Admin & Moderator...

Selamat siang,
Mohon izin untuk berbagi informasi, Mohon maaf apabila keluar topik...
Semoga berkenan...






======================================================






======================================================






======================================================







Apabila rekan-rekan tertarik untuk bekerja sama dengan kami
,
bisa menghubungi kami melalui email info.grouptemansejati@gmail.com atau gts.sosmed@gmail.com


--
Visit Our BLOG
 : 
grouptemansejati.wordpress.com
LikeOur Facebook Fanpage : www.facebook.com/GroupTemanSejati
Follow Our Twitter : @InfoGTS

__._,_.___

Posted by: INFO GROUP TEMAN SEJATI <info.grouptemansejati@gmail.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

[Media_Nusantara] (OOT) INFO MGTRADIO (Kamis, 29 Januari 2015) [5 Attachments]

 

[Attachment(s) from 101.1 MGTRADIO BANDUNG included below]




Dear Moderator ..
Numpang posting, semoga bermanfaat























Streaming www.mgtradio.com
Like Fanpage MGTRADIO www.facebook.com/1011mgtradio
Follow @MGT_RADIO
Invite PIN MGTRADIO 2138AA45
SMS 0812 204 1011
Instagram MGTRADIO
Path MGTRADIO Bandung




__._,_.___
Attachment(s) from 101.1 MGTRADIO BANDUNG | View attachments on the web
5 of 5 Photo(s)

Posted by: "101.1 MGTRADIO BANDUNG" <mgt_fm@yahoo.com>

Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

Check out the automatic photo album with 5 photo(s) from this topic.
Ngobrol Seru Bareng Nadya Almira (Sabtu, 31 Januari 2015).jpg Ngobrol Seru Bareng Non Dera (Minggu, 1 Februari 2015).jpg Teko Panas (Senin, 26 Januari 2015).jpg Ngobrol Seru Bareng AMPM (Minggu, 25 Januari).jpg Roadshow Cussons Bintang Kecil Season 3.jpg






.


__,_._,___

Rabu, 28 Januari 2015

[Media_Nusantara] ‪Koruptor‬ Aiptu Labora Sitorus dg rekening Rp1.5T kabur dan kini buron

 

Koruptor‬ Aiptu Labora Sitorus dg rekening Rp1.5T kabur dan kini buron

VIVA.co.id - Anggota Polres Raja Ampat Aiptu Labora Sitorus, terpidana kasus penimbunan bahan bakar minyak dan kayu ilegal, yang sudah divonis 15 tahun penjara, hingga kini masih diburu aparat Kejaksaan dan Kepolisian. 

Ia berhasil keluar dari Lembaga Pemasyrakatan Sorong, dengan izin berobat. Namun, hingga kini belum kembali, sehingga ditetapkan daftar pencarian orang (DPO). 

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Herman Lose da Silva, mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mencari keberadaan Labora Sitorus dan menangkapnya. 

"LS sudah ditetapkan DPO dan saat ini masih dalam pemburuan," ujar Herman saat dikonfirmasi, Senin 26 Januari 2015. 

Lanjutnya, Labora meninggalkan Lapas Sorong, namun hingga kini belum kembali. 

"Padahal, Mahkamah Agung sudah mengeluarkan putusan, menolak kasasinya dan menambah hukumannya dari delapan tahun menjadi 15 tahun, surat MA sudah kami terima," ujar Kajati. 

Herman mengatakan, saat pihaknya membawa surat keputusan MA ke Lapas Sorong, agar Labora Sitorus dieksekusi, pihak Lapas menolak. "Lapas Sorong menolak kehadiran JPU yang membawa salinan putusan MA, yang memerintahkan segera mengeksekusi LS," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Lapas Sorong Maliki, saat dikonfirmasi menyatakan, kegagalan proses eksekusi terhadap Labora Sitorus terjadi, saat Samaludin Bogra menjabat Kalapas Sorong. "Ini bukan era saya, karena saya baru beberapa bulan menjabat di sini," singkatnya. 
 
Labora Sitorus terpidana kasus pencucian uang dan penimbunan bahan bakar minyak dan kayu di Papua Barat, belum menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sorong hingga saat ini. Padahal, Mahkamah Agung memvonis anggota Polres Raja Ampat itu sejak September tahun lalu.     

Berdasarkan data yang dihimpun, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan Labora dan menaikkan vonis dari delapan tahun menjadi 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp5 miliar pada 17 September 2014 lalu. Labora terkena kasus tindak pidana pencucian uang karena kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp1,5 triliun. 

baca juga :


__._,_.___

Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Selasa, 27 Januari 2015

[Media_Nusantara] Operasi Busuk di Mabes Polri dan KPK

 

Operasi Busuk di Mabes Polri dan KPK



Prahara di dua lembaga hukum yakni Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyita perhatian publik. Karena, tidak lepas dari proses politik yang sedang berlangsung terkait pencalonan Kapolri Komjen Budi Gunawan (BG) oleh Presiden Joko Widodo. Publik digegerkan ketika pimpinan KPK Abraham Samad dan Bambang Widjoyanto (BW)  dengan gagah perkasa mengumumkan BG sebagai tersangka kasus suap, sehari menjelang pelaksanaan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di DPR.

Masyarakat heboh, karena akan jadi sejarah baru di dunia dimana ada seorang presiden mengajukan calon kapolri dan jadi tersangka korupsi. Sementara KPK dengan gayanya yang genit, mencibir dan seperti meledek presiden yang mengajukan calon Kapolri tanpa melibatkan KPK saat penjaringannya sebelum diajukan ke DPR. Wakil Ketua KPK BW misalnya, mengulang-ulang kalimat bahwa BG dilaporkan masyarakat ke KPK terkait suap yang diterima melalui rekeningnya. Sedangkan Samad berulang-ulang pula meminta presiden manarik pencalonan BG sambil menekankan jangan pancing-pancing keberanian KPK.

Kasus yang dijeratkan kepada BG, ketika pangkatnya masih bintang satu dan terjadi pada 2003-2006. Dilaporkan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) ke Mabes Polri pada 2010 termasuk 16 rekening jenderal lainnya, karena dianggap tidak wajar. Dua tahun kemudian, pada 2012 Bareskrim Mabes Polri yang dipimpin Komjen Sutarman, menyatakan laporan PPATK sudah dapat diklarifikasi dan dipertanggungjawabkan oleh jenderal-jenderal yang masuk daftar laporan PPATK. Tidak ada tindak pidana terkait transaksi pada rekening tersebut. Hingga akhirnya 15 Januari 2015 melalui rapat paripurna, DPR menetapkan BG sebagai Kapolri baru dan menyetujui pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman.

Dinamika di Mabes Polri langsung bergerak cepat usai keputusan rapat paripurna tersebut. Keesokan harinya, Jumat (16/1) Kabareskrim Komjen Suhardi Alius dicopot dari jabatannya dan digantikan Irjen Budi Waseso. Pergantian ini tidak lepas dari klik-klikan di Mabes Polri dimana adanya persaingan tidak sehat oleh sekelompok pendukung calon Kapolri yang berpangkat bintang tiga. Sesuai UU Polri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyeleksi dan mengajukan nama-nama calon Kapolri kepada presiden untuk diputuskan. Dari Sembilan jenderal bintang tiga, muncul tiga nama yang paling berpeluang yakni, Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan, Irwasum Komjen Dwi Prayitno dan Kabareskrim Komjen Suhardi Alius.

Setelah Presiden Jokowi memutuskan mengajukan BG menjadi calon tunggal Kapolri, markas Polri di Jalan Trunojoyo mulai bergolak. Keputusan Jokowi dinilai tunduk pada kekuasaan partai politik. Karena, BG adalah mantan ajudan Presiden Megawati yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, tempat Jokowi bernaung secara politik. Tidak hanya itu, keresahan juga dirasakan sekelompok jenderal bintang dua dan bintang satu yang merasa terancam sehingga muncul isu jenderal-jenderal yang didukung Presiden SBY akan dihabisi. Upaya menggagalkan Budi ke kursi Tri Brata-1 pun berembus kencang.

Dan manuver paling kencang berasal dari lingkungan Bareskrim, dimana Kapolri incumbent Jenderal Sutarman dan Komjen Suhardi Alius banyak berperan. Data lama disedot dengan cepat dan yang ditunjuk menjadi operator adalah Brigjen KR, salahsatu direktur di direktorat yang membawahi bidang ekonomi dan perbankan. Brigjen KR adalah tangan kanan Suhardi atau biasa disebut sebagai ATM Kabareskrim. Brigjen KR, sebelumnya menjabat bagian hukum di Bareskrim dan penyelia antara Bareskrim Polri dengan PPATK dan KPK. Pelaksana tugas pengumpulan dan pengolahan data dilaksanakan Kombes Mahendra dan AKBP Tatok yang merupakan anak buah langsung Brigjen KR.

Data yang disedot dan diolah merupakan dokumen klarifikasi Breskrim Polri ketika memeriksa sejumlah jenderal yang transaksi rekeningnya diduga mencurigakan pada masa Kabareskrim dijabat Sutarman. Antara lain, terkait Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Komjen Budi Gunawan yang menjadi calon tunggal Kapolri. Brigjen KR yang menguasai betul koordinasi dengan PPATK dan KPK lantas bergerak cepat. Termasuk mengorbankan koleganya di Bareskrim, Brigjen HP yang pernah dimintai kesaksiannya saat Bareskrim memeriksa BG. Keterangan Brigjen HP dianggap melindungi BG saat yang bersangkutan masih berpangkat AKBP dan dianggap tahu betul soal transaksi sejumlah jenderal yang dilaporkan PPATK.

Tidak hanya terfokus pada pengumpulan dan pengolahan data, termasuk juga penggalangan logistik untuk operasi intelijen termasuk pembentukan opini yang melibatkan sejumlah LSM dan wartawan. Saat ini, ada lima kasus aneh yang bermotif pemerasan sedang ditangani Brigjen KR, Kombes Mahendra dan AKBP Tatok dengan melibatkan bekas wartawan senior dan oknum di kejaksaan agung. Tujuan dari operasi mafia hukum tersebut adalah untuk memuluskan jalan Suhardi ketika KPK sudah menetapkan BG sebagai tersangka. Dengan harapan, Jokowi akan menarik nama BG dan menggantinya dengan Suhardi Alius yang punya peluang paling besar ketimbang Dwi Prayitno. Entah sudah berapa puluh miliar duit yang mereka peras dari orang-orang yang sudah ditetapkan tersangka dan ditakut-takuti akan ditahan dari kasus yang dikriminalisasi dan melanggar prosedur. Dana-dana tersebut dipakai untuk operasi intelijen menggalang kekuatan internal dan eksternal Mabes Polri untuk menggagalkan BG.

Imbalan dari semua operasi busuk ini, Brigjen KR akan dipromosikan menjadi Kapolda di daerah basah di Sumatera, tempat banyak ditemukan illegal logging dan tambang minyak milik asing. Kombes Mahendra akan mendapatkan bintang satu dan dikirim sebagai peserta Sespati Polri dan AKBP Tatok dijanjikan jabatan Kasubdit atau direktur Serse di Polda.

Umpan yang digarap Brigjen KR cs tersebut dilepas kepada penyidik di KPK berinisial NB dan Y. Keduanya berasal dari satuan serse Polri yang sudah bertugas di KPK lebih dari dua periode. Berbekal data-data tersebut, NB dan Y melapor kepada pimpinan KPK dalam sebuah kesempatan gelar perkara kasus SKK Migas sehari sebelum Jokowi mengirimkan surat ke DPR terkait penunjukan BG sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR. Pimpinan KPK bereaksi cepat dan menggelar rapat khusus pada 10 Januari di hari Sabtu untuk membidik BG sebagai tersangka. Dari empat pimpinan KPK, hanya Zulkarnain yang tidak hadir. Namun dia dihubungi dan meminta keputusan menetapkan BG sebagai tersangka asal prosedurnya benar, dia setuju.

Apakah ada kaitan penetapan BG sebagai tersangka dengan ambisi Abraham Samad untuk menjadi Wapres Jokowi seperti yang diungkapkan Plt. Sekjen PDIP Hasto Kristyanto? Karena Hasto pernah mengungkapkan kepada media massa bahwa pada pertemuan keenam dengan Abraham Samad setelah Jokowi memutuskan untuk bergandengan dengan Jusuf Kalla, Samad mengatakan bahwa BG lah yang jadi biang kegagalannya menjadi cawapres Jokowi. Samad juga mengungkapkan bahwa dia telah menyadap sejumlah percakapan elite PDIP terkait proses penjaringan Wapres Jokowi. Wallahualam.

Lebih dari itu, intrik dan manuver yang digalang sejumlah oknum di Mabes Polri dan KPK telah memanfaatkan lembaga hukum milik Negara tersebut untuk memenuhi syahwat dan ambisi orang perorang dan membuat gaduh republik ini. Rakyat yang tidak mengerti duduk soal, dibiarkan ikut terlena dan larut dalam permainan elite tersebut. Alhasil negeri ini jadi ajang caci maki dan adu murka. Semua kembali kepada Jokowi, kepala Negara yang secara dejure diakui di seluruh dunia.***


__._,_.___

Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___

Senin, 26 Januari 2015

[Media_Nusantara] Catatan Kritis (dan Sensitif) dari Hanibal Wijayanto di FB-nya, wartawan senior ANTV [1 Attachment]

 
[Attachment(s) from Al Faqir Ilmi included below]

Catatan Kritis (dan Sensitif) dari Hanibal Wijayanto di FB-nya, wartawan senior ANTV

Sik sik sik... Setelah mendengar info terpercaya tentang peristiwa yang terjadi kemarin sore di Istana Bogor dan semalam di Mabes Polri, saya akhirnya menyimpulkan, bahwa mafia para perwira dengan rekening gendut di Mabes Polri sungguh luar biasa jejaringnya.

===

Di Istana, lewat jejaring politik yang mereka bangun dengan gelontoran duit milyaran rupiah, mereka mencoba mengepung Presiden lewat partai-partai pendukung Jokowi dalam pemilu presiden lalu untuk menggolkan Budi Gunawan menjadi calon Kapolri. Partai-partai itu menyetir dan menjebak Jokowi dengan usul ganjil serta rekomendasi yang berlawanan dengan rasa keadilan dan opini publik. Ketika Presiden bereaksi, partai-partai itu mengancam akan menarik dukungan.

Ketika Presiden meminta Budi Gunawan mengundurkan diri dari pencalonan karena sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Kepala Lemdiklat Polri itu bersikukuh untuk bertahan. Ia kemudian bahkan menggerakkan orang-orangnya untuk bermanuver. Mereka lalu mencoba mengkriminalisasi lembaga dan orang-orang yang dianggap menghalangi jalan kawannya itu.
Di internal Polri, mereka "memaksa" Kapolri demisioner Sutarman untuk memutasikan Komjen Suhardi Alius ke Lemhannas. Sebab, Suhardi dianggap berkhianat karena memberikan data-data rekening gendut ke KPK. Padahal, Suhardi dikenal cukup dekat dengan Sutarman. "Tak hanya sekadar memutasikan, "pembuangan" Suhardi juga akan mengurangi persaingan calon Kapolri," kata seorang kawan yang dekat dengan Sutarman.

Pembongkaran lobby Abraham Samad oleh petinggi PDI Perjuangan dan penangkapan Bambang Wdijojanto oleh Bareskrim Mabes Polri adalah dua manuver yang juga mereka rancang. "Yang lain menunggu giliran," kata seorang kawan. Maka untuk menjaga keamanan mereka, Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk mengerahkan pasukan Kopassus untuk menjaga mereka. "Mereka sudah siap," kata kawan tadi.

Manuver para ronin yang menangkap Bambang Wijojanto itu ternyata di luar sepengetahuan Wakapolri. "Semua dirancang dan diperintahkan oleh Kabareskrim Budi Waseso. Dia calon besan Budi," kata sumber saya di kubu Jokowi. Maka ketika Presiden Jokowi menyemprot Wakil Kepala Polri Badrodin Haiti di Istana Bogor, ia berjanji akan segera memerintahkan Bareskrim untuk melepaskan Bambang Widjojanto.

Sore hari sepulang dari Istana Bogor sebenarnya Badrodin sudah memerintahkan Kabareskrim agar segera melepaskan Bambang Widjojanto. "Tapi Budi Waseso menolak perintah," kata kawan saya. Dengan alasan kekompakan dan esprit d'corps, beberapa perwira tinggi maupun para jenderal pensiunan pendukung Komjen Budi Gunawan mencoba menahan upaya pelepasan Bambang Widjojanto.

Posisi Badrodin memang terjepit. Tak lama lagi dia pensiun, dan dia juga belum punya klik pendukung yang cukup kuat. Selain itu, Badrodin pun dikenal sebagai salah satu jenderal berekening gendut. Namun penolakan Kabareskrim membuat dirinya murka. "Anda tinggal pilih, melaksanakan perintah Presiden atau dicopot dan dianggap melawan perintah atasan...!" Akhirnya, calon besan Budi Gunawan itu pun bersedia melepaskan Bambang Widjojanto.

Diduga ketegangan masih akan berlanjut, karena jejaring mafia di kubu politisi masih alot dan terus mencoba mengepung Jokowi.

Apa komentar anda?


 

__._,_.___

Attachment(s) from Al Faqir Ilmi | View attachments on the web

1 of 1 File(s)


Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

.

__,_._,___