Rabu, 24 Juli 2019

[Media_Nusantara] Re: [temu_eropa] Sun Yang keok, Milak pecahkan rekor Phelps

 


  ..Berbeda dengan POLITIK maka SPORT adalah Cabang KEHIDUPAN Manusia yang paling SPORTIF   ....  Pemenang selalu hanya Satu dan Tidak harus membagi-bagi KEMENANGANNYA....  [ tanpa harus khawatir akan dicap TIDAK DEMOKRATIS  ... (lha wong Kemenangannya itu adalah Resmi merupakan Keunggulannya masing2 Peserta dan bukan hasil Keunggulan bersama .... lho kok masih juga minta Persyaratan dari Juri kendatipun ,misalnya sudah Kalah ....) ] 

On Wed, 24 Jul 2019 at 21:30, 'j.gedearka' j.gedearka@upcmail.nl [temu_eropa] <temu_eropa@yahoogroups.com> wrote:
 


https://www.antaranews.com/berita/974812/sun-yang-keok-milak-pecahkan-rekor-phelps

Gwangju (ANTARA) - Perenang unggulan China mengalami kekalahan hari ini, sedangkan perenang muda Hungaria Kristof Milak memecahkan rekor dunia 200m gaya kupu-kupu putra yang sebelumnya dipegang perenang Amerika Serikat Michael Phelps.

Juara tiga kali Olimpiade Sun Yang telah menjuarai nomor 200m dan 400m di Gwanju namun finis keenam pada final 800m  di belakang perenang Italia Gregorio Paltrinieri, yang merebut emas dengan waktu tercepat tujuh menit 39,27 detik dari perenang Norwegia Henrik Christiansen.

"Aku kelelahan," kata Sun. "Kaki dan tanganku terasa nyeri, hal paling berat adalah bermain dengan jadwal yang ketat yang harus aku jalani di Olimpiade 2020 Tokyo."

Juara dunia 11 kali itu menuduh perenang Australia Mack Horton "menghina China" dengan menolak naik podium ketika lagu kebangsaan sang juara dikumandangkan setelah final nomor 400m akhir pekan lalu.

Sun, juga berkonfrontasi dengan perenang Inggris Duncan Scott pada upacara penyerahan medali nomor 200m.

Scott menolak menyalami Sun dan tidak mau naik podium untuk sesi foto yang menyulut amarah sang bintang China.

Perenang berusia 27 tahun itu menunjuk muka Scott dan meneriakkan, "kau pecundang, aku menang!"

Keduanya diperingatkan oleh FINA, pun demikian Horton. Namun sejumlah atlet mendukung rekan mereka yang melakukan protes dengan diam itu.

Baca juga: Milak pecahkan rekor dunia 200m gaya kupu-kupu

Setelah meraih perunggu 200m gaya kupu-kupu putra, perenang Afrika Selatan Chad le Clos mengatakan, "apa yang dilakukan Duncan fantastis. Dia tidak menjabat tangannya dan aku menghormatinya. Sikap yang hebat darinya."

Horton menyebut Sun curang pada Olimpiade 2016 Rio terkait dengan larangan tiga bulan yang dikenakan kepada Sun karena mengonsumsi stimulan yang selalu disetujui untuk pengobatan gangguan jantungnya.

Atlet Australia itu mengobarkan kembali perang mulut itu akhir pekan llau yang memicu media China menyebutnya "badut" dan bahkan memunculkan ancaman pembunuhan di media sosialnya.

Sementara itu, Milak melesat pada 200m gaya kupu-kupu putra untuk mencetak waktu 1:50,73 guna memecahkan rekor dunia yang selama sepuluh tahun dipegang Phelp, dengan selisih hampir 0,8 detik.

Rival terdekatnya, perenang Jepang Daiya Seto menyentuh tembok tiga belakang di belakang perenang muda berusia 19 tahun asal Hungaria itu.

"Kehormatan terbesar bisa memecahkan rekor itu," kata Milak yang juga lolos ke Olimpiade tahun depan itu.

Pada nomor lain, perenang Inggris Adam Peaty melengkapi hatrick gelar ganda pada 50m dan 100m gaya dada saat meraih medali emas dalam  final dengan waktu 26,06 detik.

Perenang berusia 24 tahun yang memecahkan rekor dunia 100m atas namanya sendiri pekan ini menjadi satu-satunya perenang yang enam kali juara dunia gaya dada.

Perenang Italia Federica Pellegrini meratui 200m gaya bebas putri setelah mengalahkan perenang Australia Ariarne Titmus dengan waktu 1:54,22.

Baca juga: Legenda renang Australia ikut kecam Sun Yang

 

Jepang dan Rikako Ikee kuasai renang Asian Games 2018

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019







__._,_.___

Posted by: Marco 45665 <comoprima45@gmail.com>
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)

SPONSORED LINKS
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Posting Komentar